Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Garuda Wisnu Kencana sebuah tempat yang berani bersaing destinasi pariwisata di bali .yang merupakan mega proyek yang dikembangkan sebagai taman budaya yang menampung berbagai kegiatan seni dan budaya lokal, berada pada sebuah bukit tandus dengan luas 240 hektar. Dikenal dengan nama GWK, tempat ini menjadi salah satu objek wisata populer di kawasan Bali Selatan. Itulah sebabnya setiap agen perjalanan hampir dipastikan mengemas paket tour di Bali dengan mengagendakan berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana – GWK Bali.

Selain juga permintaan para wisatawan yang sudah mengetahui informasi mengenai keberadaan Garuda Wisnu Kencana, menyebabkan objek wisata GWK Bali selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik asing maupun domestik, apalagi saat liburan tiba pengunjung yang datang semakin banyak. Sehingga anda yang baru pertama datang berlibur ke pulau Dewata, maka objek wisata di Bali ini wajib anda kunjungi.
Nama dari objek wisata GWK Bali identik dengan keberadaan patung Garuda Wisnu Kencana, yang mana patung Dewa Wisnu sebagai simbol Dewa pemelihara alam semesta beserta isinya, mengendarai seekor burung garuda. Walaupun pembuatan patung tersebut belum tuntas, hanya beberapa bagian saja yang baru kelar dan ditempatkan di beberapa tempat terpisah, yang lebih sering kita lihat melalui media internet adalah kepala patung garuda yang menoleh ke kiri, bagian tubuh dan kepala Dewa Wisnu.

Patung Garuda Wisnu Kencana ini nantinya akan berdiri megah dengan ketinggian 120 meter dari atas permukaan bukit, dan merupakan hasil karya I Nyoman Nuarta seorang pematung terkenal di Bali. Penggarapan beberapa bagian patung yang sudah selesai dengan ketinggian 10 – 20 meter ini, kembali dilanjutkan sejak bulan Mei 2013 dan diproyeksikan selesai pada akhir tahun 2017.
Jika anda berkunjung ke objek wisata GWK Bali, maka pada bagian selatan terlihat pembangunan lantai dasar dan juga gedung sebagai tempat bertenggernya patung Garuda Wisnu Kencana ini. Pada saatnya selesai, maka ketinggian patung ini akan melebihi ketinggian patung Liberty yang hanya setinggi 93 meter. Ini akan menjadi karya anak bangsa yang spektakuler dan mengukuhkan taman budaya Garuda Wisnu Kencana menjadi objek wisata wajib dikunjungi saat berlibur di Bali.

Taman budaya GWK Bali terletak di desa Unggasan, jalan raya Uluwatu, kecamatan Kuta Selatan, Badung. Dari bandara butuh sekitar 20 menit berkendaraan menuju ke arah objek wisata Uluwatu. Berkunjung ke Garuda Wisnu Kencana bisa dengan sewa mobil di Bali, anda bisa mengemas perjalanan dengan mengunjungi tempat wisata searah dan terdekat lainnya seperti pantai Pandawa, Balangan, Padang-padang, Suluban, Dreamland dan Uluwatu. Memang kawasan Bali Selatan ini didominasi dengan pemandangan alam laut, kecuali Garuda Wisnu Kencana.
Ingin mengikuti tour di Bali dengan kenyamanan lebih, kami juga sediakan sewa mobil mewah seperti Toyota Alphard, BMW dan Mercedez Bens. Supir yang kami sediakan sudah berpengalaman di industri pariwisata, termasuk peta wisata ke berbagai tempat populer di pulau Dewata.
Daya tarik dari objek wisata GWK Bali ini tidak hanya bagian-bagian patung yang belum selesai, tetapi juga berbagai pementasan seni tari yang dimulai pukul 10.00 sampai pukul 19.15. Objek wisata di Bali sendiri buka dari pukul 10.00 – 22.00 wita. Aneka macam hiburan yang ada bisa anda saksikan tidak perlu ada biaya tambahan, semua anda bisa saksikan dengan leluasa.

Adapun jadwal pertunjukan seni di tempat wisata Garuda Wisnu Kencana Bali, seperti berikut;
Jika ingin menyaksikan sejumlah tarian, bisa bersantai sepanjang hari di GWK Bali ini, atau atur kunjungan tour di Bali anda sesuai jadwal pementasan tari Bali tersebut di atas. Anda cukup membayar sekali tiket masuk saja, selain bisa menyaksikan keindahan alam sekitarnya, kemegahan patung juga berbagai hiburan yang disediakan.
Bukit kapur tempat tempat objek wisata GWK Bali, terlihat begitu cantik, bukit ini di keruk dan dipotong-potong, sehingga sekilas terlihat seperti tanah timbul yang berupa gundukan tanah berbentuk segiempat, menciptakan lorong-lorong indah dan terdapat tanah lapang yang cukup luas, tempat pementasan berbagai pertunjukan spektakuler. Garuda Wisnu Kencana ini berkembang menjadi tempat pameran seni dan budaya, menjadi wadah informasi dan juga komunikasi budaya terutama budaya Bali bahkan sampai budaya Internasional.
Di objek wisata Garuda Wisnu Kencana terdapat juga dua buah restaurant yaitu Jendela Bali dan The Berandas, butik dan toko souvenier, Amphitheatre, Street Theatre, Wisnu Plaza, Exhibition Hall, Lotus Pond dan juga Indraloka Garden. Berkunjung ke objek wisata di Bali ini anda akan mendapatkan berbagai pengalaman menarik.
Ide pembangunan Patung GWK ini pada tahun 1989 ketika saat itu seniman Nyoman Nuarta bertemu dengan dua menteri di zaman pemerintahan Soeharto, yaitu Joop Ave dan IB Sujana, serta dan Gubernur Bali saat itu Ida Bagus Oka. Setelah pembebasan lahan tahun 1990, maka dilakukan groundbreaking dilakukan pada tahun 1997. Karena krisis ekonomi membuat pengerjaanya berhenti.

Setelah mendapatkan suntikan dana, maka pada tahun 2013 pengerjaanya dilanjutkan, melibatkan seniman Nyoman Nuarta dan 120 seniman lainnya, dan akhirnya rampung sekarang bisa rampung, setelah penantian panjang selama 28 tahun, tepatnya pada tanggal 4 Agustus 2018 akhirnya berdiri tegak, dengan ketinggiannya yang mencapai 121 meter dari permukaan tanah sanggup melebihi ketinggian patung Liberty di Amerika. Dan pada tanggal 22 September 2018 akhirnya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dihadiri juga oleh bapak Gubernur Bali I Wayan Koster.
Cara memilih atau menentukan lokasi tempat usaha yang strategis akan mempengaruhi kesuksesan dari bisnis yang akan dilaksanakan. Selain itu situasi dan kondisi yang tepat ini juga akan berperan penting pada produk atau jasa yang akan ditawarkan.
Memang tidak mudah dalam mendapatkan lokasi tempat usaha pada spot yang strategis, apalagi dengan kendala modal usaha atau budget dana terbatas.
Sebelum menentukan lokasi yang akan dipilih, sebaiknya juga menyesuaikan atau mempertimbangkan jenis atau kategori usaha apa yang akan dijalankan.
Dicontohkan semisal akan membuka sebuah bisnis kuliner, maka memilih tempat yang ramai dan banyak dilalui orang adalah salah satu faktor yang perlu digaris bawahi.
Selain itu, pertimbangkan juga mengenai akses menuju lokasi tempat usaha tersebut apakah mudah dijangkau dan berada pada lingkungan yang aman.
Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat dipelajari untuk memperoleh inspirasi penting mengenai cara mendapatkan lahan atau lokasi yang ideal dan tepat untuk menjalankan usaha anda.
1 Lokasi usaha yang mudah terlihat
Dengan bertempat pada area yang mudah terlihat, maka sudah pasti akan banyak memperoleh perhatian dan tentunya juga memudahkan untuk masa perkenalan dan promosi bisnis anda yang baru saja mulai dirintis.
Selain itu, lokasi yang mudah terlihat juga akan menekan biaya promosi pada awal pembukaan atau promo promo peluncuran produk baru anda selanjutnya.
Sebagai contoh adalah sebuah usaha kuliner jajanan khas. Maka memilih tempat usaha pada lokasi wisata adalah salah satu spot yang cukup strategis. Hal ini sangat beralasan karena kemungkinan besar pengunjung akan tertarik untuk menjadikan produk anda sebagai oleh oleh sepulang dari berwisata.
Satu contoh lagi misalnya usaha foto copy, merencanakan usaha ini akan lebih tepat sasaran jika berada pada lokasi ramai seperti area kampus, perkantoran dan sekolah.
Alasannya sudah pasti yang mana orang orang disekitar wilayah tersebut akan banyak melakukan aktifitas yang berhubungan dengan alat tulis, catak, dan keperluan kantor lainnya.
2 Biaya membangun atau sewa tempat usaha
Jika anda mampu dan memiliki budget anggaran untuk membangun sendiri tempat usaha dilokasi yang strategis, maka hal ini akan lebih menguntungkan dan menjadi value tersendiri.
Dilain hal, bangunan yang notabene adalah merupakan salah satu jenis investasi yang menguntungkan, maka tidak ada salahnya jika memang anda bidik sekalian untuk menanamkan modal dan berinvestasi jangka panjang.
Namun apabila harus menyewa, maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tempat yang strategis tentu akan di banderol dengan harga sewa yang cukup tinggi oleh pemiliknya.
Kalkulasi atau perhitungan yang cermat harus anda lakukan sebelum membuat keputusan kontrak sewa dengan pemilik lahan. Pertimbangkan apakah keuntungan setiap bulan akan mampu untuk memenuhi kebutuhan sewa lahan dan operasional usaha berikutnya.
Dan biasanya, setelah masa kontrak anda berakhir kemudian ingin memperpanjang, kenaikan harga sewa sudah tentu menanti didepan mata. Apalagi jika tampak jelas bahwa bisnis yang anda bangun disana telah berkembang pesat dan memiliki konsumen yang loyal.
3 Akses yang mudah dijangkau
Poin ini adalah mengenai kenyamanan konsumen ketika akan menuju dimana lokasi usaha anda berada.
Meskipun berada pada tempat atau lokasi ramai dan banyak menarik perhatian orang yang berlalu lalang, jika lokasi bisnis anda tidak memiliki lahan parkir yang memadai, seperti misal terlalu rapat dengan jalan, maka konsumenpun terkadang akan enggan untuk singgah sebab merasa kurang nyaman.
Sebagai contoh lagi, tempat usaha yang anda pilih adalah di area yang sangat ramai seperti di lokasi mall, namun apabila toko yang anda buka berada di lantai teratas, biasanya pengunjung juga kurang antusias untuk menuju kesana.
Sebagai perbandingan misalkan sama sama menjual kaos distro dengan merek dan model yang sama, maka penjual yang berada di trotoar akan lebih cepat memperoleh konsumen meskipun tidak memiliki gerai yang mewah.
Apa benefitnya meskipun lapak usaha anda begitu mewah dan gelamor, namun berada pada lantai tertinggi sebuah mall ataupun tempat yang membuat konsumen malas untuk mendatanginya.
Maka dari itu, faktor akses untuk memudahkan konsumen menjangkau produk yang anda tawarkan sangat berpengaruh besar terhadap kelangsungan bisnis dan usaha anda.
Simak juga:
4 Hubungan sosial dengan konsumen
Yang ke empat ini adalah berkenaan dengan target pemasaran yang akan anda capai. Istilahnya adalah segmen pasar yang tepat.
Memilih tempat usaha yang sesuai dengan sasaran adalah nilai yang cukup penting untuk selalu pertimbangkan karena masing masing jenis usaha akan memiliki keterlibatan yang erat antara lingkungan masyarakat dengan jenis produk yang di tawarkan.
Sebagai contoh misalkan akan membuka sebuah usaha yang bergerak dalam bidang pertanian seperti melayani atau menyediakan kebutuhan pupuk, anti hama maupun bibit tanaman.
Langkah pertama adalah, anda harus mampu mendekati konsumen dengan cara bersosial yang lebih akrab guna memperoleh informasi akurat mengenai segala keluhan dan kebutuhan kerja mereka.
Selanjutnya, anda akan bisa dengan mudah menentukan produk atau jasa apa yang memiliki potensi akan laku dipasarkan pada lokasi dan wilayah tersebut.
“Di ibaratkan sebagai seorang pemancing ikan yang belum tau sama sekali apa jenis ikan nya, maka sudah pasti mereka akan kesulitan untuk menentukan umpan apa yang paling sesuai agar kailnya dapat menarik ikan kedaratan”
5 Terkait masalah perijinan bisnis dan usaha
Meskipun terkadang sering dilupakan, namun sebaiknya jangan pernah menganggap remeh masalah legalitas.
Bukan hanya terbatas pada ijin usaha saja, melainkan harus meliputi segala aspek yang berhubungan dengan bisnis yang anda jalankan termasuk produk yang anda tawarkan.
Mengabaikan poin ini akan menjadi resiko besar yang bisa saja tidak akan pernah diduga kemudian hari membawa dampak buruk bagi bisnis atau usaha anda.
Akan lebih menyesal lagi jika perjalanan usaha anda sudah mulai menampakkan perkembangan, kemudian tersandung masalah legalitas perijinan tempat usaha tentu akan fatal jadinya.
Seperti lokasi yang sertifikat kepemilikan lahannya tidak jelas. Misalkan area pinggiran terminal atau stasiun yang dibangun ruko kemudian disewakan. Memang lokasi usaha seperti ini sangat strategis namun jika legalitasnya tidak jelas, maka resiko sewaktu waktu terjadi penggusuran tentu akan lebih membuat anda frustasi.
6 Lingkungan tempat usaha dan sekitarnya
Lingkungan sekitar tempat bisnis dan usaha adalah faktor yang akan mempengaruhi pandangan serta minat konsumen terhadap produk atau jasa yang anda tawarkan.
Misalkan saja anda berjualan makanan di area hiburan malam, tentu saja pelanggannya akan terbatas pada komunitas tertentu yang memang suka berkunjung ke tempat hiburan tersebut.
Misalkan saja ada orang lapar yang ingin mencari warung makan, namun ia merasa tidak nyaman dengan situasi lingkunan tempat anda berjualan, kemungkinan besar ia akan berlalu dan lebih memilih untuk mencari tempat yang lainnya.
Contoh lain yang berhubungan dengan penentuan tempat usaha dan harus mempertimbangkan lingkungan sekitar adalah, semisal diwilayah tersebut sudah banyak terdapat usaha bengkel motor, maka sebaiknya anda mempertimbangkan ulang jika ingin membuka jenis usaha yang sama.
Kecuali jika anda mampu bersaing dengan memberikan nilai lebih, dan sanggup berkompetisi bisnis secara sportif tanpa menimbulkan masalah kemudian harinya, maka membuka usaha yang sama tidak akan ada larangannya
Setelah memahami faktor faktor di atas yang perlu untuk anda pertimbangkan sebagai catatan ketika akan memilih lokasi bisnis, sebenarnya ada satu insting alami yang sudah bisa menjadi tolak ukur tentang bagaimana cara memilih tempat usaha yang strategis.
Perhatikan sebentar saja, jika dalam radius setengan hingga 1 KM dari tempat yang anda pilih belum ada jenis usaha yang sama, seperti yang akan anda rencanakan dan jalankan, maka hal tersebut adalah merupakan satu bentuk peluang bisnis yang layak anda bidik dan segera dilaksanakan sebelum di dahului orang.
Pada saat ini kita hidup di era revolusi industri keempat. Di mana kehidupan manusia yang di warnai dengan rekayasa genetika, teknologi nano, mobil otomatis dan era super komputer. Dan tentunya perubahan ini memiliki dampak terhadap ekonomi, pemerintahan ,politik, industri dan yang lainnya.
Kita telah mengalami revolusi industri sebanyak tiga kali.
Lalu mengapa pertumbuhan melambat sedangkan usaha dalam peningkatan industri terus dilakukan? Hal ini terjadi karena usaha dan perubahan yang dilakukan hanya bertahan dalam jangka pendek.
Dan sekarang kita berada di revolusi industri keempat yang diyakini akan mampu meningkatkan produktivitas hingga 30%. Berbeda dengan revolusi sebelumnya, revolusi 4.0 memiliki efek yang lebih besar karena tidak hanya menyentuh dunia manufaktur melainkan semua bisnis.
Lantas apakah revolusi industri 4.0 adalah suatu ancaman?
Sebenarnya revolusi ini bisa menjadi ancaman jika kita tidak menanggapinya dengan baik. Misalnya saat Amerika Serikat menggunakan drone untuk melakukan pengeboman di Afganistan, Libya, dan Irak yang tentunya mengakibatkan banyak korban sipil. Atau saat ISIS melakukan perekrutan anggota untuk melakukan teror, pengeboman, dan propaganda seperti eksekusi tanpa peri kemanusiaan.

Tapi lain halnya jika kita menanggapi revolusi ini dengan baik, sangat banyak masalah-masalah akan terpecahkan. Dengan sistem komputerisasi, arus informasi yang lebih cepat, analisa data yang baik akan mengatasi masalah klasik seperti kelaparan, akses kesehatan yang rendah, soal pengungsi, dan masih banyak lagi.
Menyikapi Munculnya Revolusi 4.0
Dalam era revolusi 4.0 yang penuh dengan dunia digital, komputerisasi, serta teknologi artificial intelligence (AL) memang memiliki banyak dampak positif. Namun kita juga harus menyikapinya dengan penuh kehati-hatian dan bijak.
Mengapa harus berhati-hati? Banyak perusahaan-perusahaan di seluruh penjuru dunia sudah mulai mengganti tenaga manusia dengan menerapkan sistem komputer.

Jangankan di luar negeri, negara kita Indonesia telah menerapkan sistem ini. Kita dapat melihat dengan penggunaan uang elektronik (e money) pada pembayaran tol, ataupun penggunaan aplikasi ovo pada pembayaran parkir. Selain daripada itu dengan e money kita dapat membayar belanjaan seperti di indomaret atau alfamart. Bayangkan saja sudah berapa banyak tenaga manusia yang sudah tergantikan.
Bagaimana Dengan Nasib Para Pekerja?

Munculnya revolusi 4.0 ini merupakan salah satu hal yang sangat ditakuti oleh para pekerja. Melihat dari negara-negara maju yang sudah banyak menggunakan robot menjadi pengganti para pekerja. Seperti di Singapura yang sudah banyak menggunakan robot sebagai pembantu rumah tangga ataupun pelayan di hotel. Dan di Indonesia proses ini sedang berlangsung.
Keuangan, Industri Paling Terancam
Memang revolusi ini sangat di takuti oleh banyak pihak, salah satunya lembaga keuangan. Pada akhir 2017 di sebutkan bahwa lembaga keuangan gencar-gencarnya dalam pengurangan tenaga kerja. Pengurungan tersebut dikarenakan banyak karyawan yang tidak bisa bersaing dan mengikuti perkembangan teknologi.

Para pekerja front office bank yang dahulunya mengatasi masalah nasabah kini telah tergantikan oleh ATM (Anjungan Tunai Mandiri) maupun mobile banking atau internet banking.
Keuntungan Revolusi Industri 4.0
Namun dibalik ancaman revolusi industri 4.0, terdapat keuntungan-keuntungan yang kita peroleh. Pada era revolusi ini banyak sekali orang yang menghasilkan uang hanya berada dalam rumah saja.
Hanya bermodalkan internet saja, kita dapat menghasilkan uang. Sebagai contohnya kita dapat berjualan online, desain, sebagai penulis artikel lepas dan masih banyak hal yang dapat kita lakukan dalam memanfaatkan kemajuan teknologi sekarang.

Selain daripada itu kita dapat menyerap informasi setiap saat. Mulai dari belanja, travelling, pengetahuan, berita, transportasi dan masih banyak lagi informasi yang dapat kita peroleh. Namun jangan lupa, kita juga harus melakukan pengembangan sumber daya manusia.
Pariwisata sampai saat ini juga masih masuk ke dalam lima sektor prioritas pembangunan Indonesia tahun 2018, bersama dengan sektor pangan, energi, maritim, dan kawasan industrI ekonomi khusus. Pariwisata di Indonesia tahun 2017 juga telah mampu mendorong tumbuhnya sektor lain, seperti industri kecil di pedesaan, agro wisata, industri kreatif seni budaya, dan kuliner.
Pemerintahan Presiden Joko Widodo juga telah menggencarkan pembangunan infrastruktur menuju destinasi prioritas. Hal itu tentu saja akan menggairahkan investasi di sektor pariwisata. Meski demikian, pembangunan infrastuktur mestinya tidak hanya dilakukan pada 10 destinasi prioritas yang sudah ditetapkan. Pemerintah perlu menambah destinasi prioritas di beberapa daerah, sehingga iklim investasi juga dirasakan oleh berbagai daerah. Keterbatasan aksesibilitas menuju destinasi seringkali menjadi kendala bagi pengembangan pariwisata di daerah.
Episode mimpi buruk pariwisata di Indonesia terjadi ketika Bom Bali 12 Oktober 2002. Pady’s Café dan Sari Club di Legian luluh lantah dibom oleh tiga pelaku teror Imam Samudra, Amrozy, dan Ali Gufron. Korban tewas 202 orang, 300 luka-luka dan 88 orang korban yang meninggal adalah warga negara Australia. Pariwisata Indonesia saat itu terasa tumbang. Beberapa pengusaha pariwisata jatuh bangkrut akibat travel warning yang dikeluarkan oleh beberapa negara. Kunjungan wisatawan asing dan domestik menurun drastis. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terjadi di industri pariwisata dan dunia usaha lain yang menopang pariwisata.
Belum lagi pariwisata Indonesia pulih, Bali kembali diguncang bom. Raja’s Café dan Menega Café di Jimbaran dibom pada tanggal 1 Oktober 2005. Pelakunya Misno dan Zalid Firdaus tewas dalam bom bunuh diri itu. Namun yang lebih memprihatinkan, 23 orang pengunjung café meninggal dan 129 orang luka. Pariwisata Indonesia kembali diuji oleh mimpi buruk. Dua peristiwa tersebut menggambarkan peneguhan, betapa tourism dan terrorism menjadi dua hal yang berbeda namun sangat berdekatan.
Mimpi buruk pariwisata Indonesia dilengkapi dengan erupsi Gunung Agung di Karangasem, Bali sejak Oktober hingga Desember 2017. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyatakan erupsi tersebut menimbulkan kerugian bagi sektor pariwisata Indonesia. Kerugian ditaksir mencapai 250 milyar rupiah per hari atau jika ditotal mencapai 9 triliun rupiah. Padahal periode tersebut adalah peak season bagi kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
Berbicara pariwisata tentu tak lepas dari partisipasi terkhusus dalam pengembangan pariwisata di Bali. Partisipasi menjadi titik mula dalam pengembangan wisata berbasis masyarakat. Dengan partisipasi dari semua pihak khususnya masyarakat, iklim wisata akan terbangun. Ketika semua orang turut mendukung, maka para wisatawan akan merasa nyaman berdiam di sebuah objek wisata.
Terdapat pemikiran yang kurang tepat berkembang, jika mengembangkan objek wisata difokuskan pada bagaimana membangun destinasi. Destinasi memang penting, tapi bukan yang pertama yang perlu dipikirkan. Komunitas atau masyarakat adalah aspek pertama yang harus “ditata” terlebih dahulu. Keterlibatan semua orang untuk menjadikan lingkungannya sebagai lokasi yang nyaman bagi para wisatawan adalah hal pokok yang harus dituntaskan terlebih dahulu.
Selain partisipasi, prinsip yang harus dijaga dalam pengembangan wisata adalah menjaga kebudayaan. Tiga pilar pembangunan berkelanjutan menjadi acuan dalam hal ini. Wisata tidak boleh hanya mengedepankan tujuan ekonomi tapi juga keberlanjutan sosial budaya dan lingkungan. Inti wisata berbasis masyarakat bukan soal bagus atau tidaknya destinasi. Perubahan pola pikir masyarakat adalah hal yang lebih utama. Misalnya dalam sebuah desa wisata yang sedang digalakkan di seluruh wilayah Bali, satu penduduk dengan penduduk lain harus memiliki keramahan yang sama. Ketika disambut dengan keramahan semua penduduk desa, secara otomatis wisatawan akan merasa senang dan akan kembali datang ke desa tersebut. Karenanya partisipasi masyarakat dan keramahan mereka inilah yang akan menjadi faktor keberlanjutan wisata berbasis masyarakat.
Ketika partisipasi dan keramahan sudah terbangun, proses pemasaran menjadi perhatian selanjutnya. Desa-desa wisata di Indonesia khususnya di Bali menemui kesuksesan karena bantuan teknologi dan keberadaan generasi milenial. Generasi ini umumnya memiliki karakter sebagai pengguna media dan teknologi digital. Penggerak wisata berbasis masyarakat harus mengenali karakter dan cara generasi milenial dalam berkomunikasi. Menguasai cara generasi milenial berkomunikasi berarti menguasai proses pemasaran wisata.
Ada 3 (tiga) program prioritas di Tahun 2018 untuk mewujudkan 20 Juta Wisman di Tahun 2019, Digital Tourism (E-Tourism), Homestay Desa Wisata dan Konektivitas Udara (Air Accesibility). Ketiganya menjadi prioritas mengikuti trend industri dunia saat ini dimana sudah tidak lagi owned economy tapi sharing economy, dengan didukung oleh semangat Indonesia Incorporated maka target Presiden Joko Widodo tersebut dapat terwujud. Saat ini Era dunia telah berubah, perusahaan Digital merajai ekonomi dunia dengan konsep sharing economy-nya. Pariwisata Indonesia juga harus beradaptasi dan bertransformasi dengan era baru tersebut, maka lahirlah program kebijakan Digital Tourism.
Begitu besarnya pengguna internet saat ini yang difasilitasi oleh Smartphone sehingga melahirkan sebuah Generasi Milenial. Sebuah generasi yang eksis di dunia maya, media sosial dan media digital. Kementerian Pariwisata menangkap peluang ini dengan melahirkan sebuah komunitas netizen zaman now yang tertarik dengan pariwisata dan 80% bergerak di sosial media, yaitu GenPI (Generasi Pesona Indonesia) dan GenWI (Generasi Wonderful Indonesia) yang sangat disambut baik oleh Menteri Pariwisata. Dimana GenPI/GenWI adalah generasi milenial dengan basis komunitas yang aktif mempromosikan Pariwisata Indonesia baik melalui blog, vlog atau medsos kepada masyarakat luas. Mereka sangat aktif dan rutin menggunakan jari mereka untuk pariwisata Indonesia. Passion mereka memang di pariwisata, untuk itu setiap hari mempromosikan tema-tema pariwisata di Instagram, Facebook, Twitter, YouTube, WeChat, Weibo, Line, Path, dan platform medsos lainnya.
Hasil studi Singapore Tourism Board menyatakan bahwa wisatawan milenial lebih suka mencari pengalaman baru, unik, otentik dan personal. Mereka sangat percaya pada ulasan-ulasan wisata terutama pada media sosial. Pada poin inilah wisata berbasis masyarakat bertemu dengan tren pasar. Desain wisata yang mengedepankan keintiman interaksi masyarakat desa dengan para wisatawan serta keunikan desa menjadi daya tarik bagi wisatawan milenial. Masih menurut Singapore Tourism Board, wisatawan milenial Indonesia mudah terpengaruh oleh pengalaman orang lain. Media social-lah yang menjadi media saling mempengaruhi tersebut. Selain media sosial, forum-forum di internet dan situs review wisata menjadi rujukan bagi mereka untuk berkunjung ke sebuah tempat wisata.
Generasi milenial adalah konsumen wisata yang sangat potensial. Selain jumlah yang besar, karakter mereka secara tidak langsung sangat mendukung proses promosi. Karenanya, pengelola wisata dituntut untuk mengikuti keinginan dan harapan mereka. Jika tidak, tentu mereka akan mengabaikan wisata kita. Secara berurutan, generasi milenial paling banyak menggunakan media sosial youtube, facebook dan instagram. Pegiat wisata berbasis masyarakat harus mempelajari karakter dari ketiga media sosial tersebut. Secara teknis, perlu riset media sosial untuk mendapatkan hati para generasi milenial. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari kata kunci yang berhubungan dengan wisata yang sedang kita kembangkan. Misalnya saat ada penyelenggaraan event pariwisata seperti Buleleng Festival tentu penggunaan hastag atau tanda pagar dalam meng-upload sesuatu. Setelah itu perlu mencari akun atau orang-orang yang tertarik dengan karakter wisata yang sedang dikembangkan. Terakhir, mengunggah foto atau video terbaik dengan menyertakan kata kunci dan menandai orang-orang sehuingga saat orang lain membuka aplikasi tentu akan menjadi prioritas tampilan dalam halaman awal.
ekonomi sekarang ini telah berubah menjadi Esteem Economy dari leisure economy pada era sebelumnya. Perubahan tersebut berimbas terhadap perubahan dari hanya menikmati waktu senggang dengan kumpul-kumpul bersama teman atau keluarga yang biasa disebut dengan wisata sun, sand, and sea, berubah menjadi mencari pengalaman dengan unsur ingin mendapatkan pengakuan karena pernah mengunjungi tempat-tempat yang lagi hits pada masanya. Perubahan tersebut menurut saya disebabkan oleh kebanyakan manusia sekarang ini yang sudah addicted terhadap gadget terutama smarphone yang sudah menjadi kebutuhan pokok diluar sandang, pangan dan papan. Coba saja bagaimana perasaan anda jika sehari saja tidak menggunaka smartphone karena hilang atau rusak, mungkin akan merasa seperti menjalani empty space yang sangat berat. Atau coba kita lihat bagaimana orang-orang berjalan (atau mungkin anda sendiri) tidak lagi melihat jalan dengan benar, tetapi sibuk memainkan smartphone-nya, bahkan sampai ada yang menabrak dinding atau masuk lobang, sungguh ironis tetapi itulah kenyatannya.
Keunikan lain dari Esteem Economy dalam dunia pariwisata yaitu bagaimana orang-orang tidak lagi mencemaskan pengorbanan dalam perjalanan mereka. Lihat saja orang-orang rela bermacet-macet ria dari Bali Selatan ke Kawasan Bedugul diakhir pekan, atau bahkan melakukan perjalanan beresiko seperti pendaki Gunung yang hanya untuk mengabadikan, update status atau live story di medsosnya atau hanya untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa mereka sudah mencoba atau pernah kesana.
Dari hal tersebut juga memperlihatkan bahwa kecemasan juga sudah berubah, dari mencemaskan pengorbanan untuk mengunjungi destinasi wisata menjadi mencemaskan kalau medsosnya tidak dikasih hati atau jempol oleh follower atau fans-nya. Sungguh perilaku yang unik kan, tapi lagi-lagi itulah kenyataannya dari fenomena tersebut. Melihat fenomena tersebut, Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan dan kelompok lainnya sebenarnya sudah menangkap hal tersebut. Dari rangkaian kegiatan promosi pariwisata yang dibalut dengan event-event dari awal Januari sampai dengan Desember tiap tahunnya tentu menjadi agenda yang padat sebagai percepatan peningkatan kunjungan pariwisata baik wisatawan manca negara dan domestik. Pengelolaan media sosial menjadi hal yang perlu ditingkatkan, dengan mengajak generasi milenial untuk berpartisipasi dalam mempromosikan apa yang mereka dapat atau apa yang mereka alami selama ada di wilayah Buleleng atau menyaksikan event-event wisata. Sederhananya harus ada aturan main yang mudah dan ditetapkan untuk digunakan dalam tiap unggahan generasi milenial dengan kata lain memaksimalkan penggunaaan tanda pagar tadi. Sosialisasi penggunaan tanda pagar dapat disampaikan melalui akun sosial media pemerintah daerah yang diteruskan oleh akun unit kerja sampai ke pemerintah kecamatan. Sehingga wisatawan yang lalu lalang di wilayah Buleleng akan terus melihat seperti di baliho-baliho jalan utama. Sedikit banyak sebagai ajang promosi di dunia maya, dunia maya milik generasi milenial dan generasi milenial sebagai alat promosi, saat promosi berjalan kunjungan ke Buleleng meningkat karena rasa ingin tahunya akibat “serangan” di social media yang tinggi, sederhananya seperti itu.
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.